.:: FORUM BETAWI REMPUG ::.

            >>> Korwil Kota Tangerang <<<

Sebagai bentuk perhatian kepada warga Betawi di Jakarta.

Untuk menjadikan budaya Betawi sebagai tuan rumah budaya nusantara di Kota Jakarta, Pemprov DKI akan menggelar Karnaval Ondel-Ondel megah pada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke 486.


Gubernur DKI Jakarta Jokowi menegaskan kota Jakarta sebagai pusat kebudayaan nusantara harus menjadikan budaya Betawi sebagai tuan rumah.

Karena itu, pada tanggal 22 Juni 2013 mendatang, HUT Kota Jakarta, Pemprov DKI akan menggelar karnaval khas Betawi.

"Untuk menyambut HUT DKI Jakarta 486 mendatang saja, saya sudah punya rencana besar, yakni membuat karnaval budaya terbesar dengan memfokuskan pada Ondel-ondel. Saya mau angkat satu poin saja, yakni ondel-ondel  yang akan kita besarkan. Jangan sampai Jakarta kalah dengan Singapura, Sydney, atau Malaysia," kata Jokowi saat Silaturahmi Gubernur dengan  Pengurus RT, RW, LMK, Dewan Kota Kabupaten dan PKK serta Lembaga Kemasyarakatan Tahun 2012 di Istora Senayan, Minggu (2/12).

Dengan begitu, budaya ondel-ondel yang merupakan budaya dan seni tari dari Betawi tidak hanya dikenal oleh warga Jakarta dan rakyat Indonesia, tetapi juga dapat dikenal oleh wisatawan mancanegara. Budaya ondel-ondel dapat mendunia dan dikenal oleh seluruh bangsa di dunia.

Selain menggelar karnaval ondel-ondel terbesar di Indonesia, Jokowi juga  akan  mengeluarkan kebijakan mengganti seragam PNS dengan pakaian khas Betawi.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk perhatiannya kepada warga Betawi di Jakarta. Direncanakan pakaian khas Betawi tersebut akan dikenakan setiap Rabu mulai tahun depan.

Untuk memulai kebijakan tersebut, pihaknya sedang melakukan kajian sehingga penerapannya dapat  berjalan baik kedepan dan menangkat harkat martabat warga Betawi.


Sumber : http://www.beritasatu.com
»»  Selengkapnya...
Kue Rangi merupakan makanan tradisional khas Betawi di samping rasanya yang lezat dan nikmat juga enak. Lebih nikmat lagi jika masih hangat terasa sekali gurihnya dengan aroma kelapa bakar yang khas.

Jajanan khas Betawi yang mulai punah. Sulit sekali menemukan penjual kue yang dibuat dari adonan kelapa parut dan tepung kanji yang dicetak dalam cetakan kue pancong/pukis untuk dibakar kemudian disajikan dengan kinca gula merah. Makanya tidak heran kalau banyak warga Jakarta yang tidak tahu keberadaan kue rangi.


Bahan:

• ½ butir kelapa setengah tua, dikupas, diparut untuk mendapatkan santan.
• 100 g ampas kelapa (perasan santan).
• 100 g tepung sagu
• Garam secukupnya.
• 250 g gula merah
• 300 ml air
• Daun pandan


Cara membuat :

• Campurkan kelapa parut, ampas kelapa, sagu dan garam. Kemudian diaduk rata
• Panaskan cetakan kue pancong/pukis. Olesi mentega sedikit.
• Masukan adonan ke dalam cetakan, masak hingga kering dan matang.
• Di tempat yang terpisah rebus air hingga mendidih, masukan gula merah, daun pandan, beri sedikit sagu. Aduk hingga kental hingga menjadi sirup untuk kinca.
• Sajikan kue rangi yang sudah matang dengan disiram kinca kental.

Sumber : http://jakartakita.com
»»  Selengkapnya...
Pada masa sekarang ini, kerak telor sudah menjadi makanan langka yang sulit untuk dapat dijumpai dalam keseharian, maka sudah pula seharusnya ada tindakan pelestarian.

Sajian kerak telor terdiri dari beras ketan dan telur, pilihan telur bisa memilih telur bebek/telur ayam. Ditambah ebi (udang kering yang diasinkan) dan disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula butiran/pasir.

Kerak telor dimasak di atas tungku bara yang diberi arang kayu di bawahnya, dan dimasak sedikit gosong, mungkin ini yang menjadi dinamakan kerak telor.

Usaha jajanan Kerak Telor tampaknya tergeser oleh jajanan modern dan penganan lain yang jauh lebih mudah proses pembuatan dan juga jajanan khas modern dengan proses pengolahan yang serba cepat dan siap saji.

Dengan menggunakan pikulan yang dijajakan keliling, semakin membuat Kerak Telor sulit untuk dapat bersaing. Usaha nyata telah dilakukan untuk mengupayakan pelestarian jajanan tradisional ini, antara lain dengan mengundang banyak pedagang tradisional ini untuk mendampingi event besar, seperti Pekan Raya Jakarta Fair atau Festival Palang Pintu di Kemang misalnya.

Usaha lain dilakukan dengan mengikutsertakan dan memberikan tempat tersendiri bagi mereka dalam beberapa event yang berhubungan dengan makanan.

Salah satu contoh usaha pelestarian ini juga dilakukan dengan merubah penampilan pedagang dan pikulannya, agar tampil lebih modern. Bahkan kini ada kerak telor rasa BBQ, ayam, keju, pedas dan lain-lain
 

RESEP KERAK TELOR

Bahan :
100 gr beras ketan putih, dicuci bersih dan direndam dengan air kurang lebih 2 jam
4 butir telur bebek
4 sdm bawang goreng
4 sdm serundeng
4 buah cabai rawit, iris halus
2 sdt garam
1 sdt lada bubuk
1 sdt gula pasir
4 sdm ebi bubuk


Cara membuat :

Panaskan penggorengan kerak telur hingga cukup panas.
Masukkan satu sendok makan sayur ketan yang sudah direndam beserta airnya (sekitar 50 gr), tutup dan masak kurang lebih 2 – 3 menit.
Buka tutupnya, kemudian beri 2 butir telur, 2 sdm bawang goreng, 2 sdm serundeng, 2 sdm ebi, 2 buah cabai rawit, 1 sdt garam, 1/2 sdt lada bubuk dan 1/2 sdt gula pasir, aduk rata.
Ratakan disisi penggorengan kurang lebih berdiameter 20 cm, tutup dan masak kembali hingga harum
Balik penggorengan kerak telur hingga terjilat api dan permukaan atas harum terbakar.
Lalukan cara yang sama untuk bikin kerak telur yang berikutnya. Sajikan.


Sumber : www.swarakalibata.com
»»  Selengkapnya...
SEKILAS CINGKRIK GONING

Silat Cingkrik adalah seni bela diri Indonesia yang perkembangannya termasyur di wilayah Betawi dan telah berumur ratusan tahun dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Di tiap-tiap daerah di Indonesia ada tokoh-tokoh pencak silat yang ternama. Salah satu tokoh silat Cingkrik ini diantaranya adalah  Ki Pitung yang menjadi legenda di kalangan masyarakat Betawi.  Ki Pitung bagi masyarakat Betawi adalah pendekar dan pahlawan pembela kaum lemah dari kesewenang-wenangan penjajah Belanda dan antek-anteknya.

Ki Pitung beliau belajar pencak silat dari seorang haji yang berasal dari daerah Menes di Banten Jawa Barat. Beliau menyebar-luaskan pencak silat cingkrik Betawi ini ke daerah Marunda dan ke daerah Rawa Belong Kebon Jeruk serta daerah Jakarta dan sekitarnya.

Kong Goning (Almarhum)

Tentang Ki Goning, nama aslinya adalah Ainin Bin Urim. Beliau lahir sekitar tahun 1895 dan meninggal sekitar tahun 1975 pada umur 80 tahun. Beliau sering dipanggil “Nin” (berubah bunyi menjadi “Ning”) dan ditambah di depan kata Ning leh orang-orang dengan bahasa Betawi yaitu dengan kata ejekan “Go” maka menjadi “Goning”.

Ki Goning atau lebih akrab dipanggil Kong Goning adalah  seorang pejuang serta pewaris dan penerus silat Cingkrik Betawi yang cukup termasyur sehingga murid-murid beliau menisbahkan ilmu silat Cingkrik yang diterimanya kepada nama beliau sehingga dikenallah “Cingkrik Goning”.

Menurut penjelasan dari Haji Husien (anak kedua dari Kong Goning), bahwa beliau sering pergi ke daerah Marunda (Cilincing Tanjung Priok) tempat dimana Ki Pitung jaya pada zamannya.  Beliau pulang ke Kedoya dari Marunda 2, 3 sampai 4 hari lamanya (tidak dijelaskan apa tujuannya).

Kong Goning mempunyai 4 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan. Nama anak laki-laki beliau adalah :
  1. Kosim (almarhum)
  2. H. Husien
  3. H. Sa'adih
  4. Hasan Jago/Mandor (almarhum)
Di daerah Kedoya, pencak silat Cingkrik Betawi ada 2 macam aliran, yaitu :
  1. Aliran silat Cingkrik Betawi Sinan dengan ciri gerakan jurus pendek-pendek.
  2. Aliran silat Cingkri Betawi Goning dengan ciri gerakan jurus panjang dan lebar.

Babe Usup Utai (almarhum)

Babe Usup Utai, beliau adalah murid dari Kong Goning. Beliau lahir sekitar tahun 1927 serta meninggal sekitar tahun 1993 pada umur 66 tahun.

Babe Usup Utai mempunyai murid yang bernama Tb. Bambang Sudrajat yang tidak lain adalah menantu babe Usup utai sekaligus pewaris dan penerus dari aliran silat Cingkrik Goning melalaui jalur keilmuan Babe Usup Utai.

Menjelang meninggalnya, Babe Usup Utai memanggil TB. Bambang Sudrajat dan meminta kesanggupan TB. Bambang Sudrajat untuk meneruskan tongkat pewarisan ilmu silat Cingkrik Goning ini dan berwasiat supaya ilmu silat Cingkrik Goning ini supaya dijaga kelestariannya jangan sampai “Mati Obor”.

Demikian sejarah singkat mengenai asal-usul Perguruan Silat Cingkrik Goning ini, dan mudah-mudahan menambah wawasan dan pengetahuan serta bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com
»»  Selengkapnya...
Indonesia begitu kaya dengan berbagai macam makanan tradisional. Tapi sayangnya seiring perkembangan zaman, banyak makanan tradisional yang terlupakan bahkan ada yang hampir punah, salah satunya Babanci. Babanci adalah makanan tradisional Betawi yang saat ini sudah semakin langka ditemui atau bisa dibilang hampir punah. Sekilas rupa Babanci seperti soto dengan kuah lebih kental.

Masakan ini berbahan daging, santan, kelapa sangrai, dan kelapa muda. Bumbunya terdiri dari kunyit, jahe, kemiri, terasi, ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, laos, salam, dan cabai.

Ciri khas masakan ini adalah taburan serutan kasar kelapa muda di atasnya. Daging kelapa muda yang segar membuat rasa sayur yang berbumbu kental ini jadi lebih ringan. Tekstur kelapa muda yang lembut juga bisa mengimbangi tekstur daging yang kasar.

Mungkin salah satu alasan langka dan hampir punahnya Babanci karena bahan-bahan untuk membuat sayur ini sudah sulit ditemukan di Jakarta, seperti temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang.

Untuk membuat sayur ini memang butuh keahlian khusus. Sehingga, penyajiannya betul-betul sempurna. Selain harus memberikan ramuan bumbu yang pas, juga membutuhkan kesabaran dalam pembuatannya. Mulai dari meracik bumbu, memotong-motong daging kepala sapi, mengerok isi kelapa muda, hingga merebus daging kepala sapi itu sendiri.

Saat disajikan, makanan ini dijadikan sebagai sayur yang ditemani sejumlah lauk-pauk pada umumnya, seperti tempe, tahu, dan kerupuk. Ada pula yang menambahkan sambal untuk menambah kelezatan makanan ini.

Bahan-bahan :

>>  3 sdm minyak untuk menumis

Haluskan :

>>  3 buah cabai merah
>>  2 cm kunyit sangrai
>>  2 cm jahe
>>  1 cm temu kunci
>>  4 butir kemiri, sangrai
>>  1 sdt ketumbar
>>  ½ sdt merica butir
>>  ½ sdt adas manis
>>  ½ terasi, goreng
>>  2 cm lengkuas, memarkan
>>  2 lembar daun salam
>>  500 gram daging sapi bagian sandung lamur, potong dadu
>>  100 gram kelapa parut kasar, sangrai
>>  2 sdt garam
>>  1 ¼ liter santan dari 1 butir kelapa
>>  1 butir kelapa agak muda, keruk daging buahnya kasar-kasar

Cara Membuat :

Panaskan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas, dan daun salam sampai harum. Masukkan daging, aduk-aduk sampai daging berubah warna.

Kemudian tuang santan, aduk rata, rebus sampai daging empuk dan santan mengental. Angkat, masukkan daging kelapa muda, aduk rata, sajikan.


Sumber : http://www.untukku.com
Resep   : http://kitabmasakan.com

»»  Selengkapnya...