.:: FORUM BETAWI REMPUG ::.

            >>> Korwil Kota Tangerang <<<

Dua pemuda terlibat perkelahian seru di RT 01 RW 04, Balekambang, tepatnya di sebidang lahan tepi Kali Ciliwung, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menggunakan jurus silat, keduanya berusaha saling melumpuhkan dengan pukulan dan tendangan yang dilancarkan satu sama lain.

Setelah saling serang sekitar 10 menit, seorang pemuda di antaranya berhasil dikalahkan hingga terjatuh. Sadar telah muncul pemenang, dua pemuda itu pun kembali berdiri tegak di posisi masing-masing dan membungkuk, tanda salam kepada orang yang menonton adu jotos itu.

Pertarungan itu bukanlah perkelahian pemuda seperti yang kerap menghiasi layar televisi saat menonton acara berita, yaitu pemuda antarkampung baku hantam akibat hal sepele. Seni bela diri yang ditampilkan kedua pemuda tersebut adalah silat asli Betawi, yakni Rompes.

Rompes adalah salah satu dari belasan jenis seni bela diri asli Betawi. Salah seorang dari tujuh pendekar legenda Betawi bernama (alm) Babeh Sa'aman jadi salah satu tokoh yang menguasai dan mempopulerkan jenis bela diri yang satu ini.

Pria yang dijuluki Bruce Lee Indonesia di dataran Eropa, tempat ia pernah mengajar bela diri kala itu, membuka padepokan bela diri Rompes di tanah Condet. Namun, sepeninggalnya Babeh Sa'aman, membuat padepokan itu tak terurus. Kondisi tersebut tak lantas menghilangkan Rompes dari Condet. Beberapa murid dibantu perangkat kampung membangun kembali sehingga menjadi Perguruan Silat Rompes Pecut.

Fauzi (44) atau yang akrab disapa Bang Oji adalah salah satu mantan murid Babeh Sa'aman yang kini mengajar di Perguruan Silat Rompes Pecut. Saat ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu di sebuah bale bambu tepi Ciliwung, tempat dia dan puluhan muridnya berlatih, pria yang dituakan dalam perguruan itu pun rela menceritakan seluk-beluk bela diri Rompes.

"Pertama, harus belajar kuda-kuda dan 12 jurus dasar. Kalau itu sudah paham, baru jurus tunggal atau kembangan. Itu jurus kombinasi dengan jurus dasar. Setelah itu baru jurus masal, ada 71 jurus kombinasi jurus dasar, kembangan sama jurus masal itu sendiri," ujar Bang Oji.

Inti dari seni bela diri Rompes adalah kecepatan tangan. Kata 'pecut' ditambahkan karena ciri khas bela diri Rompes adalah melakukan gerakan sentakan seperti memecut ke wilayah vital korbannya sebelum ia melakukan serangan inti.

Ciri khas bela diri Rompes Pecut yang lainnya adalah ketahanan fisik yang mumpuni. Hal itu dapat dilihat dari ketika bertarung, pendekar Rompes Pecut mengutamakan pertarungan jarak dekat dan bersifat ofensif atas lawannya.

"Beda sama bela diri Betawi lain, misalnya aliran silatnya legenda Betawi, Si Pitung. Kalau Pitung tujuannya bukan mematikan, tapi cukup dengan melumpuhkan, kalau Rompes ini mematikan," katanya.

Di Perguruan Silat Rompes Pecut terdapat 100 orang murid yang memiliki variasi umur berbeda, mulai dari di atas 8 tahun hingga belasan tahun. Untuk waktu penguasaan bela diri Rompes, tiap murid memiliki waktu berbeda-beda. Ada yang dalam waktu tiga bulan seorang murid bisa sampai kepada tingkat jurus massal, namun ada yang memakan waktu hingga satu tahun. Semua tergantung niat serta kemauan murid.

Kini, meski Perguruan Silat Pecut Rompes telah berdidi dan menjadi salah satu perguruan silat yang dikenal di antara dunia persilatan Betawi, tugas Bang Oji dan para murid-muridnya belum selesai. Cita-citanya untuk mengembangkan seni bela diri yang satu ini sehingga bisa naik ke pentas nasional bahkan internasional pun ada di benak seluruh orang di perguruan.

Salah seorang anggota perguruan pun melontarkan pantun menarik. "Buaya mencari makan, melate di waktu pagi. Budaya harus dipertahankan, kalau bukan kite mau siape lagi,"

Sumber : http://sains.kompas.com
»»  Selengkapnya...

“Kami menyesalkan tindakan Densus 88 yang sangat represif sehingga malah memprovokasi kemarahan warga,” kata Siane.Senin (10/6/2013) lalu.

Menurut kepolisian, Ahmad Nudin ditembak saat mengendarai sepeda motor. Masih menurut polisi, dia berusaha menembak petugas.

“Saat tersangka naik sepeda motor keluar dari Kayamanya menuju Jl. Irian, anggota berusaha menghentikan namun motor yang dikendarai Ahmad tetap melaju dan menabrak mobil. Pada saat akan ditangkap Ahmad menembak anggota densus,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Senin (10/6/2013).

Menurut Boy Rafli, Densus membalas tembakan tersebut sehingga Ahmad Nudin tewas di tempat. Peristiwa ini terjadi Senin (10/6/2013) pukul 16.00 WITA. Kata Boy, sudah lama polisi memburu Nudin yang menurut polisi, diduga “teroris”.

Namun pernyataan dari kepolisian tersebut dibantah oleh Ketua Forum Silaturahmi Umat Islam Poso, KH Adnan Arsal. Menurutnya, polisi telah berbohong dan memutarbalikkan fakta.

“Densus bohong, mereka putarbalikan fakta. Mereka bilang Ahmad menembak, padahal jelas mereka menabrak Ahmad yang baru pulang dari mushalla,” ujar KH. Adnan Arsal kepada Suara Islam Online, Selasa (11/6/2013).

Ia menambahkan, Ahmad baru pulang dari mushalla, usai shalat ashar.

Selain itu, tokoh Muslim Poso ini juga menceritakan kronologi singkat penembakan Ahmad. “Ahmad ditabrak, masih bisa lari, lalu mereka tembaki hingga enam peluru masuk ke tubuh Ahmad. Mereka bilang selongosong itu pelurunya Ahmad. Jelas mereka bohong. Karena itulah anak-anak Poso marah,” lanjutnya.

KH Adnan Arsal juga mempertanyakan, bagaimana mungkin Ahmad tiba-tiba dinyatakan sebagai DPO padahal dia tidak melakukan tindakan “terorisme”.

“Ahmad bukan ‘teroris’, Ahmad cuma penjual ikan,” jelasnya.

Sumber : http://salam-online.com
Tanggal 12 Juni 2013



»»  Selengkapnya...
Dalam rangka agar tabligh akbar peduli Suriah tidak terlaksana, maka sekelompok orang nekat mencatut nama FPI dan FBR, sehingga mereka bertindak anarkis agar acara tersebut batal !!!

Bermula Sabtu kemarin (8/6/2013) di Tangerang, Banten, sekelompok massa mengatasnamakan FBR (Forum Betawi Rempug) dan FPI (Front Pembela Islam) dengan sekitar 20-an motor serta dua buah mobil melakukan aksi anarkis di lokasi acara tabligh Akbar peduli Suriah.

Massa dengan beringas mencopot seluruh baliho, banner dan pamflet acara. Tak hanya itu, massa juga melaporkan pihak panitia ke polres setempat dengan alasan acara belum mendapat izin.

Terkait ada sekelompok massa yang mengatasnamakan FPI yang berusaha menggagalkan acara tabligh akbar, pihak panita melakukan konfirmasi dengan menanyakan langsung ke FPI Pusat.

Pihak panitia mengaku tidak berapa lama mereka mengirim SMS untuk mengklarifikasi ke FPI Pusat. Kemudian panitia ditelepon langsung oleh utusan dari Habib Riziq dan mengonfirmasikan bahwa tidak ada arahan pengerahan massa untuk membatalkan acara. Dan mereka tidak mengenal sosok bernama Habib Jafar di FPI Tangerang yang dicatut oleh massa yang mengklaim dari FPI tersebut.

Pihak FPI Pusat menduga ada intelijen yang bermain dalam masalah ini, karena menurut mereka FPI Tangerang sedang ada masalah dengan Polresta setempat. Mereka (FPI Pusat) juga menegaskan sikap mereka terhadap Syiah.

Selain adanya klarifikasi dari pihak FPI, pihak panitia juga mendapat konfirmasi dari FBR pusat yang menyatakan bahwa tidak ada kebijakan organisasi mereka seperti itu, yaitu berusaha membatalkan acara tabligh Akbar peduli Suriah. “Kita akan ricek ke korwil Tangerang kota soal masalah ini,” demikian isi SMS yang diterima pihak panitia.

Acara tabligh akbar peduli Suriah di Tangerang merupakan rangkaian Road Show Banten Peduli Suriah. Acara ini merupakan bentuk sosialisasi penderitaan kaum Muslimin yang ada di Suriah akibat kekejaman rezim Syiah Nushairiyah pimpinan Presiden Basyar Asad.

Sumber : http://salam-online.com
Tanggal 9 Juni 2013
»»  Selengkapnya...
Sebagai bentuk perhatian kepada warga Betawi di Jakarta.

Untuk menjadikan budaya Betawi sebagai tuan rumah budaya nusantara di Kota Jakarta, Pemprov DKI akan menggelar Karnaval Ondel-Ondel megah pada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke 486.


Gubernur DKI Jakarta Jokowi menegaskan kota Jakarta sebagai pusat kebudayaan nusantara harus menjadikan budaya Betawi sebagai tuan rumah.

Karena itu, pada tanggal 22 Juni 2013 mendatang, HUT Kota Jakarta, Pemprov DKI akan menggelar karnaval khas Betawi.

"Untuk menyambut HUT DKI Jakarta 486 mendatang saja, saya sudah punya rencana besar, yakni membuat karnaval budaya terbesar dengan memfokuskan pada Ondel-ondel. Saya mau angkat satu poin saja, yakni ondel-ondel  yang akan kita besarkan. Jangan sampai Jakarta kalah dengan Singapura, Sydney, atau Malaysia," kata Jokowi saat Silaturahmi Gubernur dengan  Pengurus RT, RW, LMK, Dewan Kota Kabupaten dan PKK serta Lembaga Kemasyarakatan Tahun 2012 di Istora Senayan, Minggu (2/12).

Dengan begitu, budaya ondel-ondel yang merupakan budaya dan seni tari dari Betawi tidak hanya dikenal oleh warga Jakarta dan rakyat Indonesia, tetapi juga dapat dikenal oleh wisatawan mancanegara. Budaya ondel-ondel dapat mendunia dan dikenal oleh seluruh bangsa di dunia.

Selain menggelar karnaval ondel-ondel terbesar di Indonesia, Jokowi juga  akan  mengeluarkan kebijakan mengganti seragam PNS dengan pakaian khas Betawi.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk perhatiannya kepada warga Betawi di Jakarta. Direncanakan pakaian khas Betawi tersebut akan dikenakan setiap Rabu mulai tahun depan.

Untuk memulai kebijakan tersebut, pihaknya sedang melakukan kajian sehingga penerapannya dapat  berjalan baik kedepan dan menangkat harkat martabat warga Betawi.


Sumber : http://www.beritasatu.com
»»  Selengkapnya...
Kue Rangi merupakan makanan tradisional khas Betawi di samping rasanya yang lezat dan nikmat juga enak. Lebih nikmat lagi jika masih hangat terasa sekali gurihnya dengan aroma kelapa bakar yang khas.

Jajanan khas Betawi yang mulai punah. Sulit sekali menemukan penjual kue yang dibuat dari adonan kelapa parut dan tepung kanji yang dicetak dalam cetakan kue pancong/pukis untuk dibakar kemudian disajikan dengan kinca gula merah. Makanya tidak heran kalau banyak warga Jakarta yang tidak tahu keberadaan kue rangi.


Bahan:

• ½ butir kelapa setengah tua, dikupas, diparut untuk mendapatkan santan.
• 100 g ampas kelapa (perasan santan).
• 100 g tepung sagu
• Garam secukupnya.
• 250 g gula merah
• 300 ml air
• Daun pandan


Cara membuat :

• Campurkan kelapa parut, ampas kelapa, sagu dan garam. Kemudian diaduk rata
• Panaskan cetakan kue pancong/pukis. Olesi mentega sedikit.
• Masukan adonan ke dalam cetakan, masak hingga kering dan matang.
• Di tempat yang terpisah rebus air hingga mendidih, masukan gula merah, daun pandan, beri sedikit sagu. Aduk hingga kental hingga menjadi sirup untuk kinca.
• Sajikan kue rangi yang sudah matang dengan disiram kinca kental.

Sumber : http://jakartakita.com
»»  Selengkapnya...